Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim pada momen memperingati hari sumpah pemuda mengajak pemuda Indonesia untuk terus maju dan berani menaklukkan dunia. Hal ini disampaikan Nadiem saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digelar di halaman kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (28/10).

Dalam pidatonya, Nadiem mengatakan bahwa pada saat ini di belahan dunia, telah lahir generasi muda yang memiliki pola pikir yang serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung indvidualistik dan dramatik. Canggihnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi, serta mudahnya akses terhadap sosial media kata Nadiem, telah menjelma menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas Negara, lintas budaya, lintas, agama.

Dalam konteks ini menurut Nadiem, peran pemuda diharapkan bisa bersaing dalam bentuk apapun, tentu dalam hal yang positif.

“pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukkan dunia” Tegas Nadiem

“Kita harus mampu memberikan warna untuk mengubah dunia dengan tekad dan semangat, dan tentunya didukung oleh ilmu pengetahuan dan tekhnologi.” Ujarnya

Nadiem menjelaskan, pesatnya perkembangan tekhnologi informasi ibarat dua mata pisau, satu sisi memberikan jaminan kecepatan Informasi sehingga memungkinkan pemuda untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya dan daya saing. Namun pada sisi yang lain menurutnya, memiliki dampak negatif, seperti informasi-informasi yang berbau destruktif, mislanya Pornografi, narkoba, pergaulan bebas, hingga radikalisme dan terorisme, juga masuk dengan mudahnya apabila pemuda tidak bisa membendung dengan karakter positif

Generasi muda menurut Nadiem, harus merespon kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi  dengan kearifan, menghargai keluhuran perjuangan dari generasi sebelumnya, tanpa terjebak dalam kejayaan dan romantisme masa lalu serta kenyataan-kenyataan masa kini

Untuk itu, menurut Menteri lulusan Sekolah Bisnis Universitas Harvard Amerika ini, pemuda Indonesia harus memiliki karakter moral dan karakter kinerja, pemuda yang beriman dan bertakwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan tuntas.

“Pemuda untuk Indonesia maju adalah pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreatifitas yang tinggi, mandiri, inspiratif, serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia.” Tuturnya.

Sebagai menteri termuda di kabinet Indonesia maju, Nadiem mengatakan bahwa dirinya mewakili generasi milineal ke bawah.

“Kehadiran saya di sini membuka berbagai macam kesempatan untuk generasi berikutnya. Kawan-kawan pemuda gerbang kita telah terbuka. Apakah ada yang mempertanyakan kemampuan saya dengan tanggung jawab sebesar ini, pasti. Apakah saya bisa memenuhi ekspektasi masyarakat yang begitu tinggi kepada saya, waktulah yang akan menjawab. Tapi, pada saat diberikan kesempatan dari pak presiden untuk membantu generasi berikutnya, saya melangkah ke depan apapun resikonya.” Tegas Nadiem yang disambut tepuk tangan dari peserta upacara.

Pada sambutan di peringatan hari sumpah pemuda ini juga Nadiem menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada para pemuda dan para tokoh pemuda yang mengikrarkan persatuan pada tahun 1928 yang lalu.

Nadiem juga menyampaikan pesan kepada para pemuda Indonesia saat ini tentang pentingnya persatuan, jangan takut akan kegagalan, dan terus melangkah tanpa menunggu dunia berubah

“kawan-kawan pemuda, dengarkanlah saya; satu-satunya kegagalan adalah kalau kita hanya diam di tempat. Dan satu-satunya kesuksesan kalau kita terus melangkah ke depan. Kita mungkin tersandung-sandung, kita mungkin jatuh, tetapi kita tidak akan tiba di tujuan hati kita kalau kita tidak melangkah bersama” Ujarnya.

“kawan-kawan pemuda, jangan menunggu dunia berubah. Dunia ini ada di tanganmu asal kita berani melangkah kita tak akan pernah kalah.” Tegas Nadiem Makarim.

Penulis: Tim pengelola web Ditbinsuslat Kemendikbud