Sendawar : Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan dan sertifikasi alat berat kerjasama antara fuji bijak, Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Ditjen PAUD dan DIKMAS KEMDIKBUD dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Pelatihan digelar dalam dua gelombang masing-masing 50 peserta. Gelombang pertama untuk diklat alat berat jenis excafator. Kemudian dilanjutkan gelombang kedua untuk diklat buldoser.

“Diklat ini merupakan kerjasama disnaker dengan LPK Fuji Bijak Bantuan Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dari Kemendikbud awalnya hanya dialokasikan untuk 50 orang, tapi kami upayakan sering dana lalu ada partisipasi perusahaan sehingga bisa 100 orang. Pertama kami adakan diklat 50 orang untuk ekscavator,” jelas kadis Nakertrans Kubar Silan melalui kabid pelatihan, penempatan dan produktivitas tenaga kerja Rolan Tampubolon saat menutup kegiatan latihan lapangan di jalan Sendawar Raya Kecamatan Barong Tongkok.

Metode pelatihan kata Rolan terdiri dari pemberian materi, praktek dan uji kompetensi.

“Diklat ini direncanakan selama 14 hari ada materi dasar kemudian pelatihan dan tes atau uji kompetensi yang dari kementrian langsung. Tapi semua peserta nanti langsung dapat sertifikat pelatihan dari Fuji Bijak Prestasi dan dinas tenaga kerja,”jelas Rolan.

Sementara itu salah satu instruktur diklat dari LPK Putra Jaya Skill Anto menjelaskan, selama proses diklat peserta lebih banyak porsi pelatihan atau praktek lapangan ketimbang teori.

“Disini kami mengajar besik dasar untuk excavator, setelah memenuhi kemampuan dasar baru ke latihan gerakan dan tavel untuk excavator. Setelah itu kami ajarkan buat tanggul, drainase dan bagaimana cara naik turun bens dan terakhir itu kita ajarkan cara loading ke unit,” katanya.

Anton menjamin peserta yang dididik sudah menguasai pengoprasian dasar dan teknik penggunaan alat berat, sehingga bisa langsung bekerja.

“Pasca pelatihan ini hampir 85 persen mereka sudah familier dengan alat, sudah cukup mantap bahkan sekarang yang kita latih cukup memuaskan,” ujar Anto.

 

Salah satu peserta diklat Indra Hengki Fahreza mengaku awalnya masih nihil soal pengalaman pengoperasian alat berat excavator. Namun setelah ditraining selama dua minggu, kini ia sudah memiliki pengetahun tetang alat penggaruk tanah raksasa tersebut. Ia berharap ilmu yang didapat itu bisa jadi modal untuk masuk ke dunia kerja.

”Yang kami harapkan ini bisa meningkatkan kompetensi kami dalam bekerja, bisa bantu kami ketika terjun ke perusahaan. Karena yang saya tahu sekarang untuk yang non skill itu sangat sulit dapat kerja. Waktu saya melamar sampai sekarang belum ada dipanggi-panggil karena tidak ada skill kompetensi sama sekali. Jadi adanya pelatihan ini kami sangat berterima kasih karena sangat terbantu,” pungkas Hengki.

Seluruh peserta diklat nantinya akan mendapat sertifikat pelatihan dan mengikuti tes kompetensi yang diselenggarakan langsung oleh kementrian tenaga kerja. Jika lulus mereka diharapkan sudah siap terjun di dunia kerja.