Foto peserta saat mengikuti uji kompetensi
Foto peserta saat mengikuti uji kompetensi

Jakarta – Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Ditbinsuslat Kemendikbud RI) terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan program kursus dan pelatihan melalui pembentukan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) dan memfasilitasi pembentukan Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Hingga tahun 2018, Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan telah memfasilitasi pembentukan 38 Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK). Demikian disampaikan Kasubdit Program dan Evaluasi, Drs. M. Nuh Raharjo dalam keterangannya di Kantor Kemendikbud, (Senin, 30/09/2019).

Sertifikasi kompetensi tersebut meliputi bidang: Akupunktur, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin,  Bordir dan sulam, Broadcasting (penyiaran televisi, kamerawan TV dan video editing),  Elektronika (elektronika dasar dan teknisi AC), Ekspor impor, Fotografi, Hantaran, Hubungan masyarakat, Master of Ceremony, Mengemudi Kendaraan Bermotor, Merangkai bunga kering dan bunga buatan, Musik, Pekarya kesehatan, Pendidik PAUD.

Kemudian ada bidang Pengasuh bayi dan anak, Pengobat tradisional (battra) ramuan, Perhotelan, Perpajakan, Pijat refleksi, Sekretaris, Senam, Seni merangkai bunga dan desain floral, Sinshe, Spa, Tata boga (jasa usaha makanan dan pastry-bakery), Tata busana, Tata Kecantikan (tata kecantikan rambut dan tata kecantikan kulit),  Tata rias pengantin, Teknologi dan Informasi Komunikasi (komputer aplikasi perkantoran, desain grafis, teknisi komputer dan komputer jaringan), Teknisi Akuntansi, Teknik sepeda motor, Perhotelan dan Kapal Pesiar, Petaman, serta Teknik kendaraan ringan.

Sementara untuk Tempat Uji Kompetensi (TUK), hingga Desember 2018, menurut M. Nuh,  Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan telah memfasilitasi pembentukan 1.371 TUK yang tersebar di seluruh Indonesia yang dibina oleh 35 LSK.   Selain itu terdapat 3 TUK di luar negeri yaitu 1 TUK di Hongkong dan 2 TUK di Singapura.

foto peserta saat uji kompetensi di bidang tata kecantikan
foto peserta saat uji kompetensi di bidang tata kecantikan

Nuh menjelaskan, dalam rangka penjaminan mutu lulusan kursus dan pelatihan, diselenggarakan uji kompetensi kursus dan pelatihan. Tujuannya adalah untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi hasil belajar peserta didik kursus dan pelatihan serta warga masyarakat yang belajar mandiri pada suatu bidang dan jenjang kursus tertentu.

Selain itu, Direktorat Pembinaan kursus dan Pelatihan, kata M. Nuh, telah memfasilitasi penyediaan master penguji dan penguji uji kompetensi.

“Hingga tahun 2018, telah tersedia 143 master penguji untuk 38 bidang LSK dan 2 bidang lain yang akan dibentuk LSKnya, kemudian telah tersedia 2.194 penguji uji kompetensi untuk 38 bidang LSK yang tersebar di 34 provinsi.” Ujarnya.

Master penguji adalah orang yang memiliki keahlian di bidang keterampilan tertentu termasuk bidang pengukuran dan penilaian yang bertugas melatih dan menguji calon penguji uji kompetensi agar memiliki kualifikasi dan kompetensi dalam menguji peserta uji kompetensi.

Sementara penguji uji kompetensi adalah seseorang yang telah lulus uji calon penguji kompetensi yang diselenggarakan oleh asosiasi profesi dan diuji oleh master penguji. Penguji uji kompetensi bertugas untuk melaksanakan uji kompetensi bagi peserta didik kursus atau warga masyarakat di TUK atas penugasan LSK.

Nuh menjelaskan, bahwa uji kompetensi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketuntasan belajar sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Untuk itu, dalam rangka mendukung penyelenggaraan uji kompetensi, pemerintah kata M. Nuh, setiap tahunnya memberikan bantuan dana uji kompetensi bagi peserta didik yang mengikuti Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan warga masyarakat yang karena alasan ekonomi tidak dapat membiayai sendiri keikutsertaannya dalam uji kompetensi.

“Pada tahun 2017 peserta yang mengikuti uji kompetensi sebanyak 60.058 dan yang lulus UJK per jenis keterampilan 44.887. Sementara pada tahun 2018 pesertanya diikuti oleh 63.244 orang dan yang lulus sebanyak 45.446 orang.” Ungkap M. Nuh.

Sekedar diketahui, pelaksanaan uji kompetensi kursus dan pelatihan diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK), sebuah lembaga independen yang dibentuk oleh asosiasi/organisasi profesi yang diakui pemerintah, kemudian LSK tersebut diakui  dengan keputusan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas.

Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan melakukan pembinaan terhadap LSK baru serta memberikan bantuan pemerintah yang digunakan untuk membantu keperluan sekretariat, menyusun dokumen-dokumen standar pengujian serta memfasilitasi manajemen dan operasional LSK. Dan bagi peserta yang lulus uji kompetensi akan memperoleh Sertifikat berbentuk sertifikat kompetensi.

Penulis: Tim pengelola web Ditbinsuslat Kemendikbud