Jakarta – Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kemendikbud RI, sejak tahun 2016  telah menyelenggarakan program magang. Target program ini adalah warga masyarakat yang sudah memiliki keterampilan namun belum bekerja. Usia peserta dibatasi antara 18 sampai dengan 35 tahun. Melalui program ini peserta magang diharapkan dapat belajar langsung di perusahaan atau Dunia Usaha dan Industri (DUDI).

Kasubdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kemendikbud RI, Drs. M. Nuh Raharjo menjelaskan bahwa sejak program magang ini diluncurkan, telah banyak lulusan yang dimagangkan dan bahkan mereka bekerja di DUDI tempatnya magang.

“Program magang dilaksanakan  pertama kali pada tahun 2016, jumlah masyarakat usia produktif dan masih menganggur telah dimagangkan di 228 DUDI sebanyak 3.010 orang pada lebih dari 70 LKP.” Jelasnya dalam keterangannya di Kantor Kemendikbud, (Senin, 09/09/19).

Proses Pembelajaran Otomotif Sebelum Pelaksanaan Magang di DUDI

Program magang menurut M. Nuh adalah sebagai bentuk pembelajaran yang diselenggarakan di LKP dan di DUDI yaitu perusahaan, industri manufaktur, industri jasa, industri rumahan (home industry) atau industri lainnya.

“Pembelajaran dalam proses magang dirancang bersama oleh LKP dengan perusahaan atau industri tempat magang” Tutur M. Nuh.

Menurut M. Nuh, melalui program magang ini diharapkan peserta didik dapat diterima sebagai langsung sebagai karyawan di perusahaan tempat magang atau perusahaan lain, atau menjadi mitra bisnis bagi DUDI.

“Program magang diharapkan menghasilkan karyawan atau mitra bisnis bagi perusahaan tempat magang atau perusahaan lainnya. Lembaga penyelenggara program magang juga harus memiliki instruktur dan pengelola yang kompeten, memiliki sarana dan prasarana yang layak dan sesuai dengan program pembelajaran, memiliki rencana kerja operasional dan jadwal pelaksanaan program magang yang akan dilaksanakan.” Ujarnya.

Sekedar diketahui, program magang ini dilaksanakan selama 3 bulan hingga 6 bulan.  Pelaksanaanya dibagi dalam dua tahap, yaitu orientasi di LKP dan pelaksanaan magang di DUDI. Selama peserta didik melaksanakan pemagangan, LKP dan DUDI harus melakukan evaluasi dan monitoring secara berkala. Uji kompetensi dapat dilakukan oleh DUDI saja atau bersama antara DUDI dan LKP.

Kemudian LKP yang dapat menyelenggarakan program magang ini adalah LKP yang berkinerja sangat baik atau baik (A atau B)  dan memiliki perjanjian kerja sama dengan DUDI tempat magang. Selain itu, LKP penyelenggara harus memiliki kurikulum magang yang disusun bersama antara LKP dan DUDI.

Penulis: Tim pengelola web Ditbinsuslat Kemendikbud