Surakarta – Dalam rangka memperkuat dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan melalui Subdit Program dan Evaluasi melaksanakan kegiatan Orientasi Teknis penyelenggaraan program PKW kepada para pimpinan lembaga penyelenggara.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 28-30 Agustus 2019 di Hotel Lor In Solo, Jl. Adi Sucipto No 47, Kab. Surakarta, Jawa Tengah ini diikuti oleh 99 pimpinan lembaga penyelenggara program PKW dari Propinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta yang ditetapkan melalui seleksi di tingkat pusat.

Kasubdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kemendikbud RI, Drs. M. Nuh Raharjo dalam acara tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan Orientasi Teknis dimaksudkan untuk memberikan penguatan kepada lembaga penyelenggara program PKW

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memberikan rambu-rambu penyelenggaraan serta pelaporan anggaran dan kegiatan kepada penyelenggara program PKW. Lalu memberikan penguatan pada lembaga penyelenggara program PKW tentang teknik membangun mental wirausaha dan teknik melakukan pendampingan rintisan usaha”. Ungkap M. Nuh, (Rabu, 28/08/19)

Foto bersama peserta orientasi teknis bersama bapak Dirjen dan Pimpinan Ditbinsuslat

“Selain itu, pada kegiatan ini juga kita memberikan penguatan pada lembaga penyelenggara program PKW tentang cara membuat rencana bisnis atau bussines plan dan untuk memberikan informasi urgen data pokok pendidikan dan tatacara penginputan data pada aplikasi dapodik”. Tambahnya.

M. Nuh menjelaskan, melalui kegiatan Orientasi Teknis tersebut, para pimpinan lembaga penyelenggara yang hadir mendapatkan beberapa materi penting.

“Ada beberapa materi penting yang didapatkan peserta, di antaranya materi tentang tata cara input data pada aplikasi Dapodik, kebijakan penyelenggaraan program PKW tahun 2018, materi membangun mental wirausaha dan teknik melakukan pendampingan (coaching), serta cara membuat rencana bisnis.” Ungkapnya

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Paud dan Dikmas, Harris Iskandar meminta lembaga penyelenggara program PKW atau Lembaga Kursus dan Pelatihan untuk bisa cepat beradaptasi dengan kemajuan tekhnologi dan informasi di era revolusi industri 4.0

“Tantangan revolusi 4.0 harus bisa diikuti oleh lembaga kursus dan pelatihan dengan berpikir bagaimana memiliki sikap produktif dan bersaing di era teknologi yang canggih.” Ungkapnya dalam sambutan.

Menurut Harris, era serba cepat dengan teknologi tinggi menjadikan masyarakat harus dapat bersaing secara terbuka. Untuk itu menurutnya, lembaga kursus perlu memikirkan cara bagaimana peserta didik setelah mengikuti pembelajaran di lembaga kursus dapat mandiri menciptakan peluang kerja di sekitarnya.

“Apabila kita tidak mengikuti kecanggihan teknologi saat ini maka kita akan ketinggalan zaman dan bahkan dapat terbirit-birit dan tergopoh-gopoh.” Ungkapnya.

 

Penulis: Tim pengelola web Ditbinsuslat Kemendikbud