Jakarta – Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditbinsuslat Kemendikbud RI) melalui Subdit Sarana dan Prasarana melaksanakan Orientasi Teknis Penyelenggaraan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Vokasi Paket C, bertempat di The Rich Jogja Hotel Yogyakarta, Rabu-Jum’at (21-23/08/19).

Kasubdit Sarana dan Prasarana, Purwanto M.Si, disela-sela acara menyampaikan bahwa kegiatan Orientasi Teknis Program PKK Vokasi Paket C kepada para pimpinan lembaga LKP dan PKBM  bertujuan agar penyelenggaraan program PKK Vokasi Paket C berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Melalui kegiatan ini diharapkan pengelola lembaga mampu menyelenggarakan program bantuan yang bermutu untuk mencetak peserta didik yang memiliki keterampilan/kompetensi untuk bersaing di dunia kerja.” Ungkap Purwanto, (Rabu, 21/08/2019).

“Para peserta juga diharapkan mampu memanfaatkan dan mempertanggungjawabkan dana bantuan yang dikelolanya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.” Tambahnya lagi.

Purwanto menjelaskan, dalam kegiatan orientasi teknis tersebut, peserta dibekali beberapa materi-materi pokok.

“Ada beberapa materi yang mereka dapatkan. Yakni materi tentang akuntabilitas dan pengawasan penyelenggaraan program PKK. Ada materi tentang penyelenggaraan pendidikan vokasi bagi peserta didik pendidikan kesetaraan Paket C. Kemudian ada materi tentang peta jalan pendidikan vokasi dan non-formal melalui kursus dan pelatiha.” Tutur Purwanto.

“Selain itu, ada materi tentang revitalisasi kursus dan pelatihan dalam rangka meningkatkan produktifitas dan daya saing bangsa, materi tentang kebijakan Penyelenggaraan program PKK vokasi Paket C dan Penyelenggaraan Uji Kompetensi.” Jelasnya lagi.

Sementara itu, Setdijten Paud Dan Dikmas  Dr. Wartanto yang hadir membuka acara yang didampingi oleh Kepala BP-Paud dan Dikmas Yogyakarta, Eko Sumardi, M.Pd menyampaikan beberapa poin penting yang harus dimiliki oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan.

“Setidaknya ada 4 K yang harus sudah dimiliki lembaga, yaitu kompetisi SDM, kompetisi barang & jasa, kompetisi modal/investasi, dan kolaborasi dan informasi.” Ungkap Dr. Wartanto dalam sambutanya.

Sekedar diketahui, kegiatan Orientasi Teknis ini dihadiri oleh 75 pengelola lembaga yang terdiri dari 73 pengelola PKBM, 1 pengelola LKP, dan 1 pengelola LPK yang berasal dari 18 provinsi dan 49 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia yang mewakili 17 jenis kursus yang diselenggarakan.