Upaya pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia terus dilakukan. Diantaranya melalui program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dan program Magang Peserta Didik yang diluncurkan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditbinsuslat Kemendikbud) RI.

Kasubdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kemendikbud RI, Drs. M. Nuh menyampaikan bahwa Program PKW dilaksanakan dengan maksud memberikan kontribusi terhadap pengentasan kemiskinan dan pengangguran dengan memberikan bekal pengetahuan kewirausahaan dan menanamkan pola pikir sikap berwirausaha kepada peserta didik di bidang produksi barang atau jasa.

Tak hanya itu, M. Nuh mengatakan, Ditbinsuslat juga mengembangkan program Magan Peserta Didik yang di mana mereka belajar langsung di perusahaan atau DUDI dengan mempersiapkan mereka untuk memasuki dunia kerja.

“Selama kurun waktu dari 2015 hingga 2018, jumlah peserta didik yang mengikuti program PKW ini semakin meningkat, berturut-turut sebanyak 19.990 tahun 2015, naik menjadi 21.759 orang tahun 2016, kemudian naik lagi menjadi 39.700 orang tahun 2017, dan bertambah secara  signifikan menjadi 46.914 orang pada tahun 2018.” Ungkap M. Nuh dalam keterangannya di Kantor Ditbinsuslat Kemdikbud RI, (Senin/19/08/19).

“Untuk Program Magang dilaksanakan  pertama kali pada tahun 2016, jumlah masyarakat usia produktif dan masih menganggur telah dimagangkan di 228 DUDI sebanyak 3.010 orang pada lebih dari 70 LKP.” Lanjutnya.

Program Magang menurut M. Nuh, secara khusus diperuntukan bagi warga masyarakat yang sudah memiliki keterampilan atau sudah pernah mengikuti kursus tetapi belum bekerja. Usianya dibatasi antara 18 sampai dengan 35 tahun. Melalui program ini menurutnya peserta magang diharapkan dapat belajar langsung di perusahaan atau DUDI dengan mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja.

“Program ini sudah banyak menghasilkan lulusan yang sukses bekerja, salah satunya Rizkiah yang bekerja di Rumah Sakit Bina Sehat Jember, sejak 1 November 2016 lalu. Ia bekerja sebagai admin rawat jalan dengan gaji Rp 2.100.000,- per bulan. Rizkiah pernah mengikuti magang dengan jenis keterampilan komputer aplikasi perkantoran di LKP PIKMI. Ia mengakui bahwa program magang telah memberinya banyak pengalaman dalam bekerja.” Cerita Agus Salim.

“Diharapkan muncul Rizkiah-Rizkiah lain yang juga sukses meningkatkan taraf hidupnya dengan mengikuti program magang ini”. Tambahnya.

Dengan terus dikembangkannya program PKW  dan Magang atau program lainnya di lingkungan Ditbinsuslat Kemendikbud RI, M. Nuh menyampaikan optimisnya melalui program tersebut  dapat menekan angka pengangguran dan minimnya wirausaha di Indonesia.

Kegiatan Pembelajaran Program PKW

“Kita patut bersyukur, jika kita lihat angkatan kerja kita terus bertambah. Pada Februari 2019 angkatan kerja kita sebanyak 136,18 juta orang, lalu naik 2,24 juta orang dibanding Februari 2018. Untuk itu, kami optimis dengan terus dikembangkannya program PKW dan Magang ini atau program lainnya dapat menekan angka pengangguran dan menambah wirausaha di Indonesia.” Tuturnya.

Sekedar diketahui, lembaga yang bersedia untuk menyelenggarakan program PKW ini ada sejumlah prasyarat yang harus dipenuhi, antara lain lembaga tersebut memiliki kesanggupan untuk membelajarkan dan melakukan pendampingan rintisan usaha bagi peserta program. Lembaga penyelenggara juga harus memiliki pengalaman berwirausaha atau memiliki unit usaha sesuai dengan program keterampilan untuk wirausaha yang diajukan.

Sementara untuk program magang, lembaga atau LKP disyaratkan harus yang berkinerja sangat baik atau baik (A atau B)  dan memiliki perjanjian kerja sama dengan DUDI tempat magang. Selain itu, LKP penyelenggara harus memiliki kurikulum magang yang disusun bersama antara LKP dan DUDI. Lembaga tersebut juga harus memiliki instruktur dan pengelola yang kompeten, memiliki sarana dan prasarana yang layak dan sesuai dengan program pembelajaran, memiliki rencana kerja operasional dan jadwal pelaksanaan program magang yang akan dilaksanakan.