Cirebon, BNP2TKI, Senin (24/09) — Dalam rangka meningkatkan kecakapan berbahasa Korea bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada program G to G ke Korea Selatan untuk sektor perikanan yang telah lulus ujian sistem point EPS tahun 2018 serta telah memiliki sertifikat sistim poin . Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Pelatihan dan Kursus, Ditjen PAUD dan Pembinaan Kursus, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nasional (LPPM UNAS) bekerjasama dengan Cyber Edu Inkor. Kegiatan upgrading skill bahasa korea ini, merupakan kegiatan peningkatan kualitas CPMI yang dilaksanakan secara sinergi antara BNP2TKI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Lembaga Pelatihan.

Upgrading Skill Kecakapan Bahasa Korea ini sepenuhnya dibiayai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Program ini juga diikuti oleh 400 orang peserta yang berasal dari 8 (delapan) Kabupaten/kota, dimana dari masing-masing Kabupaten/Kota ada sebanyak 50 orang yaitu; Jawa Barat meliputi Kabupaten Cirebon dan Indramayu, Jawa Tengah meliputi Kabupaten Cilacap, Kendal, Brebes dan Pati, untuk Jawa Timur meliputi Tulungagung dan Ponorogo,  demikian ungkap Deputi KLN dan  Promosi,  Drg. Elia Rosalina Sunityo, MARS, M.Si saat membuka Upgrading Skill Program Kecakapan Bahasa Korea di SMK Maritim Cirebon Jawa Barat Minggu (23/09/2018).

Pelatihan ini akan dilaksanakan selama 28 hari (200 jam pelajaran) mulai tanggal 23 September sd 21 Oktober 2018, dengan metode 25 hari belajar  secara online dan tatap muka dikelas selama 3 kali pertemuan. Untuk lokasi belajar pada saat tatap muka yaitu; SMK Negeri 2 Indramayu, SMK Maritim Cirebon, SMK Negeri 4 Kendal, SMK Negeri 4 Pati, SMK Negeri 1 Bulakamba Brebes, SMK Negeri 2 Cilacap, SMK Negeri 1 Tulungagung dan SMK Pemkab Ponorogo.

Pembukaan program Upgrading Skill  bahasa Korea dipusatkan di Cirebon dan dibuka secara serentak di 8 lokasi dan ini merupakan bukti negara hadir ditengah-tengah para pekerja migran Indonesia yang akan bekerja di Korea.

Diharapkan melalui upgrading skill ini dapat  menjawab dan menyelesaikan masalah tersebut yang pada ahirnya mampu menghadapi persaingan Internasional dalam menyiapkan ketersediaan tenaga kerja skill yang berkualitas dan berkompeten, Ungkap Elin.

Lebih lanjut Direktur Pembinaan Pelatihan dan Kursus, Kemendikbud,Yusuf Muhyidin mengatakan pelatihan untuk CPMI yang akan bekerja ke Korea sangat perlu untuk diberikan dalam rangka peningkatan kualitas dan kecakapan kerja. Korea itu merupakan Negara maju, serta masyarakat Korea sangat memperhatikan budaya disiplin, diharapan CPMI bekerja dinegara maju harus mampu menguasai pekerjaannya dan mengetahui SOPnya. Jangan sia-siakan kesempatan ini, siapkan mental untuk menjadi pekerja yang handal dan jangan memalukan Indonesia, ujarnya.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Direktur Pemetaan Harmonisasi dan Kualitas Tenaga Kerja Luar Negeri I (PHK TKLN I),  Seriulina Tarigan, Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI, R. Hariyadi Agah W, Telent Hub, Innovation Room Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker),Anjani, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Kota Cirebon yang diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Pemerintah Kabupaten Indramayu, LPPM UNAS,Ketua Serikat Pekerja Perikanan Indonesia, Yayasan SMK Maritim Cirebon.