Surabaya, 12 Agustus 2014 – Tim Penyelarasan Pendidikan dan Dunia Kerja (PPDK) mengadakan Workshop Penyiapan Kota Surabaya Sebagai Kota Penyelarasan & Kick Off Pengisian Sistem Manajemen Basis Data (SMBD) Penyelarasan di Hotel Mercure, Surabaya. Workshop ini diadakan sebagai persiapan untuk menjadikan Kota Surabaya sebagai kota penyelarasan. Diharapkan Surabaya akan menjadi contoh bagi kota-kota lain untuk menerapkan program-program penyelarasan. 
Workshop yang dihadiri oleh perwakilan dari SMK dan LKP di Surabaya ini juga bertujuan untuk meluncurkan pengisian Sistem Manajemen Basis Data (SMBD).
Workshop ini dibuka dengan sambutan dari H. Muslih, SH., Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan (Ditbinsuslat). Beliau berharap semoga kegiatan ini dapat membawa kemajuan di bidang pendidikan dan dunia kerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Surabaya pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dr. Ikhsan, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya yang mewakili Ir. Tri Rismaharini, M.T yang pada saat itu berhalangan membuka workshop tersebut.
Sesi pertama dimulai dengan materi oleh Agus Imam Sonhaji, ST, MMT, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya yaitu Rencana Pengembangan Kota Surabaya & Rencana Strategi Penyelarasan Pendidikan dan Dunia Kerja/Dunia Usaha di Kota Surabaya Menghadapi Tantangan Global. Beliau menyampaikan bahwa untuk menghadapi tantangan global salah satunya ASEAN Economic Community (AEC) 2015 masyarakat Surabaya harus lebih defensif dengan mempersiapkan diri dengan meningkatkan SDM kota Surabaya untuk menjadi lebih baik.  Sesi dilanjutkan dengan paparan oleh Dr. Ikhsan yaitu Rencana Aksi Pemutakhiran Data Pendidikan & Lulusan Pendidikan Kota Surabaya. Beliau menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kota Surabaya akan melengkapi data SMK dan LKP untuk mengetahui jurusan/keahlian yang dibutuhkan Dunia Industri dan Dunia Usaha.
Sesi selanjutnya adalah materi Cara Berfikir Kreatif dan Inovatif dalam Proses Belajar Mengajar yang disampaikan oleh Ir. Syamsul Arifin, MT, Koordinator Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pengajaran Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dilanjutkan dengan materi Keberadaan dan Peran LARASDIKDUDI di Kota Surabaya oleh Yudha Prasetyawan, M.Eng. Sc. sebagai Ketua LARASDIKDUDI Kota Surabaya. Materi selanjutnya dibawakan oleh Dr. Sri Gunani Partiwi yaitu Tantangan Global & Urgensi Penyelarasan Pendidikan dengan DUDI.
Selain penyiapan kota Surabaya sebagai kota Surabaya sebagai kota Penyelarasan, workshop ini juga menjadi kick off pengisian SMBD untuk melakukan tracer study terhadap almuni SMK dan LKP. Oleh karena itu peserta diberi pembekalan materi Platform SMBD Penyelarasan & Instrumen serta Mekanisme Pengisian oleh Arief Rahman, M.Sc. untuk memberikan pengetahuan mengenai SMBD dan cara pengisian SMBD. Tujuan dari pengisian SMBD ini adalah untuk mendapatkan data yang dapat digunakan sebagai acuan untuk mengetahui apakah kompetensi/keahlian selama masa pendidikan sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan di DUDI. Setelah mendapatkan materi pengetahuan SMBD kemudian dilanjutkan dengan paparan Mekanisme Pelaksanaan Pengisian SMBD Penyelarasan oleh Dr. Maria Anityasari. Beliau menyampaikan, karena besarnya jumlah SMK dan LKP beserta paket/jenis keahlian, maka tidak semua paket/jenis keahlian akan menjadi objek tracer study. Untuk itu paket/jenis keahlian akan pilih sesuai dengan visi kota Surabaya yaitu “Terwujudnya kota Surabaya sebagai pusat perdagangan dan jasa yang cerdas dalam merespon semua peluang dan tuntutan global, didukung oleh kepedulian tinggi dalam mewujudkan struktur pemerintahan dan kemasyarakatan yang demokratis, bermartabat dalam tatanan lingkungan yang sehat dan manusiawi”. Oleh karena itu paket/jenis keahlian yang dipilih adalah yang prospek kerja alumninya dalam bidang perdagangan dan jasa.
Workshop diakhiri dengan diskusi rencana pengisian SMBD. Peserta dibagi ke beberapa kelompok untuk merencanakan mekanisme pengisian SMBD dan tracer study yang akan dilakukan. Diharapkan dari kegiatan pengisian SMBD tersebut didapatkan Data yang dijadikan acuan sesuai dengan tujuan pengisian SMBD tersebut.