Penguatan Pendidikan Karakter bagi LKP (PPK LKP)

magang

Untuk membentuk karakter seseorang harus dimulai dari cara berpikirnya karena pikiran adalah hulu, dan karakter adalah hilirnya. Pikiran akan menjadi ucapan, ucapan akan menjadi tindakan, tindakan akan menjadi kebiasaan, kebiasaan akan menjadi budaya, dan budaya menjadi karakter.


Program penguatan Pendidikan Karakter pada Lembaga Kursus dan Pelatihan (PPK LKP) merupakan program pendidikan pada LKP. Program ini dimaksudkan untuk memperkuat karakter peserta didik, instruktur, pengelola, dan penyelenggara LKP. Penguatan karakter itu melalui harmonisasi olah hati (etika), olah rasa (estetika), olah pikir (literasi dan numerasi), dan olah raga (kinestetik). Program ini melibatkan dukungan publik dan kerjasama antara LKP, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).


Tujuan pendidikan karakter adalah untuk mengembangkan nilai-nilai karakter sebagai “roh atau jiwa” dalam penyelenggaraan kursus dan pelatihan. Selain itu juga untuk menyiapkan peserta didik kursus dengan kompetensi dan karakter yang dibutuhkan dalam menghadapi dinamika perubahan di masa depan dengan keterampilan abad 21.


Ada lima nilai utama yang terkandung dalam pendidikan karakter, yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Kelima nilai utama dikembangkan menjadi 18 nilai-nilai karaker, yaitu religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggungjawab. Delapan belas nilai karakter tersebut mengacu pada 4 filosofi Ki Hadjar Dewantara, yaitu olah rasa, olah hati, olah pikir, dan olah raga.


Penanaman 18 nilai karakter tersebut tidak cukup dilakukan melalui serangkaian pembelajaran, tetapi butuh keteladanan dan pembiasaan dalam kehidupan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu ada empat strategi dalam implementasinya, yaitu implementasi melalui proses belajar mengajar, kegiatan pendukung, budaya & tata kelola, serta pelibatan masyarakat.


Adapun strategi implementasi PPK LKP pada tahap awal adalah sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) bagi sasaran. Seperti para pamong belajar Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan organisasi mitra yaitu Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI), Forum Penyelenggara Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP), dan Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia (HISPPI). Mereka diharapkan dapat menjadi kepanjangan tangan pemerintah untuk menyosialisasikan dan mengimplementasikan program PPK LKP kepada sasaran utama yaitu peserta didik.

Pada tahun 2018 Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan sudah menyusun modul pendidikan karakter. Modul ini menjadi acuan di LKP dalam pembelajaran materi pendidikan karakter yang terintegrasi dengan materi pelajaran lainnya.